Keunikan Makam Habib Basirih di Kalsel

Suatu kehormatan tersendiri, berziarah di makam Habib Basirih langsung dikawal dengan Sohibul Maqom. Sohibul Maqom yang dimaksud adalah orang yang bertanggung jawab penuh atas kondisi makam baik dari sisi spritual maupun material.

Sohibul Maqom hampir mirip seperti juru kunci tapi sekupnya lebih luas karena bukan hanya sebatas penjaga makam. Sohibul Maqom saat ini di makam Habib Basirih adalah Habib Fitri Bahasyim.

Pada awalnya, Habib Fitri Bahasyim mendatangi rumah yang kami tinggali selama di Kalsel, tepatnya di Sekumpul, Martapura, Ahad (6/1). Habib Fitri Bahasyim yang bergaya unik menemui kami dalam suasana penuh ceria.
Apalagi setelah bertemu dengan Habib Hasyim Arsal Alhabsi, yang kebetulan adalah caleg dari PAN untuk Dapil 1 Kalsel, Habib Fitri Bahasyem menunjukkan rasa yang ceria. Bahkan Habib Fitri pun berapa kali tertawa-tawa. Suasana benar-benar ceria saat itu.

Kunjungan Habib Fitri Bahasyim ke rumah kediaman Habib Hasyim Arsal Alhabsi di Sekumpul, langsung dibalas kunjungan caleg asal PAN untuk Dapil 1 Kalsel pada sore harinya dengan menziarahi makam suci Habib Hamid bin Abbas Bahasyim yang dikenal dengan Habib Basirih. Saat berziarah di makam Habib Basirih, Habib Hasyim disambut Habib Fitri selaku Sohibul Maqom. Beliau tanpa rasa enggan langsung duduk di samping Habib Hasyim yang sedang berziarah di makam Habib Basirih.

Ada hal yang aneh terjadi saat Habib Hasyim Arsal Alhabsi membaca doa-doa di depan makam Habib Hamid. Habib Fitri yang dikenal sebagai sosok manusia yang bersih hati, tiba-tiba menangis. Padahal menurut keterangan Sayid Ibrahim, Habib Fitri jarang menangis. Bahkan kata Sayid Ibrahim Bahasyim yang juga masih kerabatnya, Habib Fitri selalu ceria dan ketawa-tawa di hadapan orang. Memang beliau sesekali terdiam menatap orang dengan pandangan tajam.

Demikianlah gaya Habib Fitri yang dikenal sebagai `majdzub´. Istilah majdzub biasa diletakkan pada orang biasa yang diyakini punya kelebihan atau keramat. Sehingga, perilaku dan perkataan majdzub seringkali ditunggu dan dinanti karena diyakini perilaku dan perkataannya terkait dengan alam ghaib. Wallahua’lam.

Habib Fitri memang secara muka bisa dikatakan unik. Raut mukanya bisa terbaca serius dan juga bisa terbaca lucu. Wajah beliau kombinasi muka serius dan lucu. Bahkan secara tersurat tampak mirip dengan wajah Almarhum Habib Hamid bin Abbas dalam foto yang tersebar di kalangan masyarakat.

Jadi ketika Habib Fitri Bahasyim diam dan menatap, maka terlihat wajah seriusnya. Tapi ketika bercanda, wajah lucunya pun tampak. Karena itu, banyak orang yang terhibur dengan beliau. Namun ketika beliau diam, orang pun tak berani bercanda sama beliau. Demikian sekelumit performa Habib Fitri, sohibul maqom Habib Basirih.

Di bawah pengawasan Habib Fitri Bahasyim, kawasan makam Habib Basirih tampak rapi dan bersih. Toilet makam bersih dan terawat. Di kawasan makam yang relatif luas ini tampak masjid terpisah tak berdempetan dengan makam. Begitu juga toilet terpisah di bangunan tersendiri. Semuanya tampak tertata rapi.

Posisi makam Habib Basirih terletak di pesisir sungai. Uniknya, kawasan di makam bukan malah tergerus karena air sungai Basirih yang diperkirakan lebarnya sekitar 25 km tapi malah posisinya kian meninggi dari sungai.

Di makam beliau sendiri ada gundukan tanah yang diapit dua nisan yang dari waktu ke waktu menukik ke atas. Menurut masyarakat setempat, fenomena ini disebut sebagai di antara keramat Habib Basirih yang bisa dirasakan hingga kini meski beliau sudah wafat tujuh dekade lalu.

Memang benar firman Allah Swt dalam al Quran yang menyebut para wali dan pejuang di jalan Allah selalu mendapat rejeki di sisi Allah Swt meski sudah wafat.

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah, itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.”(Surat Al Imran ayat 169)

Habib Hamid dalam masa hidupnya juga dikenal sebagai sosok yang dengan cara uniknya melawan penjajahan Jepang. Tersebar cerita rakyat yang menyebut kapal prajurit Jepang tenggelam setelah awak kapal menghina tingkah Habib Hamid Bahasyim yang dianggap tidak normal.

Almarhum Habib Hamid bin Abbas Bahasyim atau Habib Basirih meninggal dunia di tahun 1949 pada usia 90 tahun. Habib Basirih bernasab menyambung satu kakek dengan Sunan Ampel yang secara nasab bertemu di salah satu kakeknya yang bernama Muhammad Shahib Mirbath.

Habib Hamid bin Abbas bin Abdullah bin Husein bin Awad bin Umar bin Ahmad bin Syaikh bin Ahmad bin Abdullah bin Aqil bin Alwi bin Muhammad bin Hasyim bin Abdullah bin Ahmad bin Alwi bin Ahmad Alfaqih bin Abdurrahman bin Alwi Ummul Faqih bin Muhammad Shahib Mirbath. Semoga Allah selalu melimpahkan keberkahan kepada kita melalui cahaya-cahaya mareka. Amin. (Alireza Alatas, pembela ulama dan NKRI/aktivis Silaturahmi Anak Bangsa -SILABNA-)

Semenjak mahasiswa sudah mengukir karya-karya Kemaslahatan Umum dengan Cintanya yang murni seperti rintihan suci datuk-datuknya yang masyhur. Pesona pribadi  Habib Hasyim yang ramah dan hangat, mengantarkannya sebagi Public Relations Lion Air yang Piawai sekaligus menobatkannya sebagai salah satu PR terbaik di Indonesia. Kiprahnya di dalam kegiatan keagamaan, politik & bisnis adalah manifestasi dari kegelisahan dalam Menjahit Kembali Merah Putih.

Hasyim Arsal

Semenjak mahasiswa sudah mengukir karya-karya Kemaslahatan Umum dengan Cintanya yang murni seperti rintihan suci datuk-datuknya yang masyhur. Pesona pribadi  Habib Hasyim yang ramah dan hangat, mengantarkannya sebagi Public Relations Lion Air yang Piawai sekaligus menobatkannya sebagai salah satu PR terbaik di Indonesia. Kiprahnya di dalam kegiatan keagamaan, politik & bisnis adalah manifestasi dari kegelisahan dalam Menjahit Kembali Merah Putih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *