Makna Filosofi Yang Maha Esa

Makna Filosofi Yang Maha Esa

Oleh Habib Hasyim Arsal Al Habsi

Tauhid adalah keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pondasi ini sangat substansial bagi manusia. Seseorang tak bisa dikatakan sebagai seorang mukmin bahkan muslim tanpa tauhid. Menariknya, kalimat tauhid juga menjadi ideologi bangsa Indonesia yang tertuang dalam sila pertama Pencasila; Ketuhanan Yang Maha Esa.

Rasulullah Saw pernah bersabda, “Tauhid itu separoh agama.” Begitu pentingnya tauhid sehingga diposisikan sebagai separoh agama. Tanpa pondasi tauhid, agama tidak mungkin terbangun. Karena tauhid dapat dipahami tujuan penciptaan manusia, yaitu penghambaan kepada Allah Swt.

Manusia selain diharuskan sebagai sosok humanis, juga diwajibkan sebagai eksistensi transenden. Selain punya aspek hubungan dengan manusia (hablun minannas), manusia juga harus punya aspek hubungan dengan Allah Swt (hablun minallah). Dua sayap inilah yang menghantarkan manusia menjadi pribadi seutuhnya yang dikehendaki Allah dan Rasul-nya.

Di tahap tauhid, manusia harus punya pemahaman yang lurus sehingga tak salah arti dalam menghayati makna keesaan Tuhan. Ketuhanan Yang Maha Esa itu berartikan menegasikan segala hal yang setara, mirip dan berbagian pada Allah Swt.

Semenjak mahasiswa sudah mengukir karya-karya Kemaslahatan Umum dengan Cintanya yang murni seperti rintihan suci datuk-datuknya yang masyhur. Pesona pribadi  Habib Hasyim yang ramah dan hangat, mengantarkannya sebagi Public Relations Lion Air yang Piawai sekaligus menobatkannya sebagai salah satu PR terbaik di Indonesia. Kiprahnya di dalam kegiatan keagamaan, politik & bisnis adalah manifestasi dari kegelisahan dalam Menjahit Kembali Merah Putih.

Hasyim Arsal

Semenjak mahasiswa sudah mengukir karya-karya Kemaslahatan Umum dengan Cintanya yang murni seperti rintihan suci datuk-datuknya yang masyhur. Pesona pribadi  Habib Hasyim yang ramah dan hangat, mengantarkannya sebagi Public Relations Lion Air yang Piawai sekaligus menobatkannya sebagai salah satu PR terbaik di Indonesia. Kiprahnya di dalam kegiatan keagamaan, politik & bisnis adalah manifestasi dari kegelisahan dalam Menjahit Kembali Merah Putih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *