Sangat Zalim dan Jahil

Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.-Surat Al-A’raf, Ayat 96

Jika suatu bangsa dikarunia air dan tanah yg subur serta kekayaan alam yg melimpah namun tidak sejahtera maka itu pertanda bahwa mereka terjauhkan dari Rahmat Allah.(Hadist).

Tanda bahwa suatu negeri terberkati adalah murahnya barang kebutuhan sehari-hari (Hadist).

Kegagalan pemerintah untuk menyediakan barang kebutuhan rakyat dgn murah bisa jadi bersumber dari kezaliman (KKN, oligarki, monopoli, oligopoli, kartel) dan ketidakmampuan alias jahil.

Jika disederhanakan, ada dua penyebab utama kegagalan manusia: zalim dan/atau bodoh.

Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zhalim dan sangat bodoh, -Surat Al-Ahzab, Ayat 72. (Agus Abubakar Arsal)

Semenjak mahasiswa sudah mengukir karya-karya Kemaslahatan Umum dengan Cintanya yang murni seperti rintihan suci datuk-datuknya yang masyhur. Pesona pribadi  Habib Hasyim yang ramah dan hangat, mengantarkannya sebagi Public Relations Lion Air yang Piawai sekaligus menobatkannya sebagai salah satu PR terbaik di Indonesia. Kiprahnya di dalam kegiatan keagamaan, politik & bisnis adalah manifestasi dari kegelisahan dalam Menjahit Kembali Merah Putih.

Hasyim Arsal

Semenjak mahasiswa sudah mengukir karya-karya Kemaslahatan Umum dengan Cintanya yang murni seperti rintihan suci datuk-datuknya yang masyhur. Pesona pribadi  Habib Hasyim yang ramah dan hangat, mengantarkannya sebagi Public Relations Lion Air yang Piawai sekaligus menobatkannya sebagai salah satu PR terbaik di Indonesia. Kiprahnya di dalam kegiatan keagamaan, politik & bisnis adalah manifestasi dari kegelisahan dalam Menjahit Kembali Merah Putih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *